SELAMAT DATANG DI BLOG SPECIAL, ANDA PENGUNJUNG KE:

04 Agustus 2008

KAU TINGGALKAN AKU SETELAH SIKECIL LAHIR.



Resti (bukan nama sebenarnya) berasal dari Wonosari, Gunung Kidul Yogyakarta, sekitar setahun tinggal di hotel ini. Penampilan Resti menurutku yach... biasa sajalah, dan kalau untuk ukuran orang Indonesia umumnya tidaklah menonjol kecantikannya, tapi ya begitu yang disukai oleh Bule. Selama itu pula mereka hidup di Hotel sebagai pasangan Kumpul Kebo (bedanya kebo yang ini makannya roti dan keju, mungkin juga oyek dan gatot). Resti sendiri sebenarnya termasuk type yang "setia" (minimal untuk ukuran Bule), soalnya setiap kali si Bule, sebut saja Mike yang berasal dari Canada, sedang pulang ke negaranya, ia lebih banyak mengurung diri di kamar, tidak pernah berinteraksi dengan sesama penghuni hotel lainnya yang terkadang ramai seperti pasar.

Sebenarnya dari sisi usia, Mike sudah cukup berumur, perkiraanku sekitar 20 tahunan lebih tua dari Resti yang berumur sekitar 30 an. Namun demikian pasangan ini terlihat mesra, tak terkecuali manakala mereka sedang di kolam renang. Hasil kemesraan mereka berdua mulai nampak pada perut Resti yang kian hari kian membesar. Restipun tenang-tenang saja, bahkan begitu merindukan si kecil yang berayahkan Bule. Ini karena Resti telah dijanjikan untuk segera dinikahi dan juga akan dibelikan Toko dan Rumah. Mike juga tetap setia menanti kelahiran si kecil, sampai akhirnya prahara terjadi, dimana Resti melahirkan si kecil, Mike begitu saja pulang ke negaranya dengan meninggalkan janji-janji palsu.

Penyesalan !!! Yach, itulah kalimat yang tepat untuk Resti. Karena sudah menanggung malu dilingkungan hotel, ia buru-buru ceck out dan sekarang kontrak rumah tidak terlalu jauh dari lokasi hotel ini. (busyet, masih punya rasa malu juga yach ?). Seharusnya Resti bisa mendatangi Kedubes/Konsulat untuk menuntut hak-haknya beserta anaknya, seperti yang dilakukan oleh salah satu penghuni hotel ini sehingga mendapatkan tunjuangan dari Bapak Biologisnya sebesar Rp. 7 juta sebulan, yach nilai yang tidak kecil tentunya.

Seorang pezina tidak lain akan dilahirkan dari orang tua yang pezina. Na'udzubillah. Ibarat nasi telah jadi bubur, maka berpikirlah akan segala resiko sebelum berbuat. Semoga musibah2 semacam itu tidak menimpa ke kita semua. Amin3x. Nantikan posting selanjutnya:

PROTEKSI SEORANG TANTE.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Bpk bisa beramal dengan menampung anak tsb syukur-syukur sekalian dengan ibunya, apalagi bpk kan sendirian di situ

Kang Dori mengatakan...

Wah....bisa berabe deh, disini tidak hanya Resti aja, masih ada yang lain2, kok anaknya Bule Bapaknya Kecele ?